Perintah Untuk Mencari Teman yang Baik dan Menjauhi Teman yang Jelek



 “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi.
      Penjual minyak wangimungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya.
Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.”
 (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)


  • Imam An Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat permisalan    


    Teman yang shalih dengan seorang penjual minyak wangi dan teman yang jelek dengan seorang pandai besi. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan bergaul dengan teman shalih dan orang baik yang memiliki akhlak yang mulia, sikap wara’, ilmu, dan adab.                                            

   Sekaligus juga terdapat larangan bergaul dengan orang yang buruk, ahli bid’ah, dan orang-orang yang mempunyai sikap tercela lainnya.” (Syarh Shahih Muslim4/227)


  • Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah mengatakan :

 “Hadits di ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita.

   Hadits ini juga mendorong seseorang agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia.”

(Fathul Bari4/324)

Ibnu Qudamah Al Maqdisi rahimahullah berkata :

“Secara umum, hendaknya orang yang engkau pilih menjadi sahabat memiliki lima sifat berikut :
1. Orang yang berakal
2. Memiliki akhlaq yang baik
3. Bukan orang fasik
4. Bukan ahli bid’ah
5. Bukan orang yang rakus dengan dunia”